There was an error in this gadget

Wednesday, 13 July 2011

Pengertian membaca


Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang berhubungan dengan keterampilan berbahasa yang lain. Membaca merupakan suatu proses aktif yang bertujuan dan memerlukan strategi. Hal ini didukung oleh beberapadefinisi berikut ini. Hodgson (dalam Tarigan, 1985:7) mengemukakan bahwamembaca ialah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembacauntuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.Dalam hal ini, membaca selain sebagai suatu proses, juga bertujuan.Depdikbud (1985:11) menuliskan bahwa membaca ialah proses pengolahanbacaan secara kritis, kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperolehpemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan itu, dan penilaianterhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu. Definisi ini sesuaidengan membaca pada tingkat lanjut, yakni membaca kritis dan membacakreatif.Selanjutnya, Anderson dalam Tarigan (1985:7) berpendapat bahwa membacaadalah suatu proses kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis. Hal ini sesuai dengan membaca pada level rendah.Finochiaro dan Bonono (1973:119) menyatakan bahwa membaca adalahproses memetik serta memahami arti/makna yang terkandung dalam bahasatulis. Batasan ini tepat dikenakan pada membaca literal. Di pihak lain,Thorndike (1967:127) berpendapat bahwa membaca merupakan prosesberpikir atau bernalar.Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa membacaadalah proses pengucapan tulisan untuk mendapatkan isinya. Pengucapantidak selalu dapat didengar, misalnya membaca dalam hati. Selanjutnya,membaca merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari menyimak,berbicara, dan menulis. Sewaktu membaca, pembaca yang baik akanmemahami bahan yang dibacanya. Selain itu, dia bisa mengkomunikasikanhasil membacanya secara lisan atau tertulis. Dengan demikian, membacamerupakan keterampilan berbahasa yang berkaitan dengan keterampilanberbahasa lainnya. Jadi, membaca merupakan salah satu keterampilanberbahasa, proses aktif, bertujuan, serta memerlukan strategi tertentu sesuaidengan tujuan dan jenis membaca.Syafi’ie (1999:6–7) menyebutkan, hakikat membaca adalah: (1) Pengembanganketerampilan, mulai dari keterampilan memahami kata-kata, kalimat-kalimat,paragraf-paragraf dalam bacaan sampai dengan memahami secara kritis danevaluatif keseluruhan isi bacaan. (2) Kegiatan visual, berupa serangkaian gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan padakata dan kelompok kata, melihat ulang kata dan kelompok kata untukmemperoleh pemahaman terhadap bacaan. (3) Kegiatan mengamati danmemahami kata-kata yang tertulis dan memberikan makna terhadap kata-katatersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dipunyai. (4)Suatu proses berpikir yang terjadi melalui proses mempersepsi dan memahamiinformasi serta memberikan makna terhadap bacaan. (5) Proses mengolahinformasi oleh pembaca dengan menggunakan informasi dalam bacaan danpengetahuan serta pengalaman yang telah dipunyai sebelumnya yang relevandengan informasi tersebut. (6) Proses menghubungkan tulisan denganbunyinyasesuai dengan sistem tulisan yang digunakan. (7) Kemampuanmengantisipasi makna terhadap baris-baris dalam tulisan. Kegatan membacabukan hanya kegiatan mekanis saja, melainkan merupakan kegiatanmenangkap maksud dari kelompok-kelompok kata yang membawa makna.Dari beberapa butir hakikat membaca tersebut, dapat dikemukakan bahwamembaca pada hakikatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik danpsikologis. Proses yang berupa fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secaravisual dan merupakan proses mekanis dalam membaca. Proses mekanistersebut berlanjut dengan proses psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Proses pskologis itu dimulai ketika indera visual mengirimkan hasil pengamatan terhadap tulisan ke pusat kesadaran melaluisistem syaraf. Melalui proses decoding gambar-gambar bunyi dankombinasinya itu kemudian diidentifikasi, diuraikan, dan diberi makna. Proses decoding berlangsung dengan melibatkan knowledge of the world
dalam skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan.

Tujuan Membaca


Rivers dan Temperly (1978) mengajukan tujuh tujuan utama dalam membacayaitu:a. Memperoleh informasi untuk suatu tujuan atau merasa penasaran tentangsuatu topik.b. Memperoleh berbagai petunjuk tentang cara melakukan suatu tugas bagi pekerjaan atau kehidupan sehari-hari (misalnya, mengetahui cara kerja alat-alat rumah tangga).c. Berlakon dalam sebuah drama, bermain game, menyelesaikan teka-teki.                      d. Berhubungan dengan teman-teman dengan surat-menyurat atau untuk memahami surat-surat bisnis.e. Mengetahui kapan dan di mana sesuatu akan terjadi atau apa yang tersedia.f. Mengetahui apa yang sedang terjadi atau telah terjadi (sebagaimana dilaporkan dalam  majalah, laporan).g. Memperoleh kesenangan atau hiburan.
Ada beberapa tujuan membaca menurut Anderson (dalam Tarigan, 1985:9–10).“(1) menemukan detail atau fakta, (2) menemukan gagasan utama, (3)menemukan urutan atau organisasi bacaan, (4) menyimpulkan, (5)mengklasifikasikan, (6) menilai, dan (7) membandingkan ataumempertentangkan”.Selanjutnya, Nurhadi (1989:11) menyebutkaan bahwa tujuan membaca secarakhusus adalah: (1) mendapatkan informasi faktual, (2) memperoleh keterangantentang sesuatu yang khusus dan problematis, (3) memberi penilaian terhadapkarya tulis seseorang, (4) memperoleh kenikmatan emosi, dan (5) mengisiwaktu luang. Sebaliknya, secara umum, tujuan membaca adalah: (1)mendapatkan informasi, (2) memperoleh pemahaman, dan (3) memperolehkesenangan.Hubungan antara tujuan membaca dengan kemampuan membaca sangatsignifikan. Pembaca yang mempunyai tujuan yang sama, dapat mencapaitujuan dengan cara pencapaian berbeda-beda. Tujuan membaca mempunyaikedudukan yang sangat penting dalam membaca karena akan berpengaruhpada proses membaca dan pemahaman membaca.

3. Jenis-jenis Membaca



Menurut Tarigan (1985:11–13) jenis-jenis membaca ada dua , iaitu: 1)membaca nyaring, dan 2) membaca dalam hati. Membaca dalam hati ter diri daripada: (a) membaca ekstensif, yang dibahagi kepada : membaca survey,membaca sekilas, dan membaca dangkal, dan (b) membaca intensif, yangterdiri dari: membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa. Membaca telaahisi terdiri daripada: membaca teliti, pemahaman, kritis, dan membaca idea-idea.Membaca telaah bahasa terdiri daripada: membaca bahasa dan membaca sastra.Bila dihuraikan, jenis-jenis membaca tersebut adalah seperti berikut.


a. Membaca Nyaring
Membaca nyaring (membaca bersuara) adalah suatu kegiatan membaca yang merupakan alat bagi pembaca bersama orang lain untuk menangkap isi yang berupa informasi bagi pengarang (Kamidjan, 1969:9). Tarigan (1985:22) berpendapat bahawa membaca nyaring adalah suatu kegiatan yang digunakan oleh guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran, dan perasaan seseorang pengarang. Jadi, membaca nyaring pada hakikatnya adalah prosesmelisankan sebuah tulisan dengan memperhatikan suara, intonasi, dan tekanansecara tepat, yang diikuti oleh pemahaman makna bacaan oleh pembaca.

Menurut Kamidjan (1969:9-10) ada lima aspek dalam membaca nyaring iaitu:(1) membaca dengan fikiran dan perasaan pengarang; (2) memerlukan keterampilan menafsirkan lambang-lambang grafis; (3) memerlukan kecepatan pandangan mata; (4) memerlukan keterampilan membaca, terutama mengelompokkan kata secara tepat; dan (5) memerlukan pemahaman makna secara tepat.


b. Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif merupakan proses membaca yang dilakukan secara luas,bahan bacaan yang digunakan bermacam-macam dan waktu yang digunakan cepat dan singkat. Tujuan membaca ekstensif adalah sekadar memahami isi yang penting dari bahan bacaan dengan waktu yang singkat dan cepat.Broughton (dalam Tarigan, 1985:31) menyebutkan bahawa yang termasuk membaca ekstensif adalah; 1) membaca survey, 2) membaca sekilas, dan 3)membaca dangkal. Berikut ini yang termasuk membaca ekstensif akan dihuraikan satu persatu.1) Membaca survey merupakan kegiatan membaca yang bertujuan untuk mengetahui gambaran umum isi dan ruang lingkup bahan bacaan. Kegiatan membaca survey ini misalnya melihat judul, pengarang, daftar isi, dan lain-lain.2) Membaca sekilas atau skimmingadalah membaca dengan cepat untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat. Dalam hal ini pembaca melakukan kegiatan membaca secara cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau bahagian-bahagiannya. Membaca sekilas merupakan salah satu teknik dalam membaca cepat.Soedarso (2001:88-89) menyatakan bahwa skimming adalah suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien dengan tujuan untuk mengetahui: (1) topik bacaan, (2)pendapat orang, (3) bagian penting tanpa membca seluruhnya, (4)organisasi tulisan, dan (5) menyegarkan apa yang pernah dibaca.3) Selanjutnya, membaca dangkal merupakan kegiatan membaca untukmemperoleh pemahaman yangdangkal dari bahan bacaan ringan yang kita baca. Tujuan membaca dangkal adalah untuk mencari kesenangan.




c. Membaca Intensif

Membaca intensif merupakan kegiatan membaca bacaan secara teliti dan seksama dengan tujuan memahaminya secara terperinci. Membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis. Tarigan (1990:35) mengutip pendapat Brookmenyatakan bahawa, membaca intensif merupakan pembelajaran seksama, telaah teliti,serta pemahaman terinci terhadap suatu bacaan.Selain itu, membaca intensif ini adalah membaca pemahaman. Berikut ialah dihuraikan tentang membaca pemahaman.Membaca Pemahaman .Menurut Tarigan (1990: 37) ada tiga jenis keterampilan membaca pemahaman,yaitu: 1)membaca literal, 2) membaca kritis,dan 3)membaca kreatif.

   Masing-masing jenis keterampilan membaca tersebut mempunyai ciri-ciri tersendiri.Oleh kerana itu, dalam hubungannya dengan pengajaran membaca, tiga keterampilan membaca pemahaman ini perlu diajarkan secara terus-menerus.Setiap pertanyaan bacaan dalam buku teks harus selalu mencerminkan keterampilan membaca tersebut.1) Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca untuk mengenalkan menangkap isi bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). Ertinya,pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam bacaan. Informasi tersebut ada dalam baris-baris bacaan(Reading The Lines). Pembaca tidak menangkap makna yang lebih dalam lagi, iaitu makna di balik baris-baris. Yang termasuk dalam keterampilanmembaca literal antara lain keterampilan: 1) mengenal kata, kalimat, danparagraf; 2) mengenal unsur detail, unsur perbandingan, dan unsur utama; 3)mengenal unsur hubungan sebab akibat; 4) menjawab pertanyaan (apa,siapa, kapan, dan di mana); dan 5) menyatakan kembali unsur perbandingan, unsur urutan, dan unsur sebab akibat.2) Kemampuan membaca kritis merupakan kemampuan pembaca untukmengolah bahan bacaan secara kritis dan menemukan keseluruhan maknabahan bacaan, baik makna tersurat, maupun makna tersirat. Mengolahbahan bacaan secara kritis artinya, dalam proses membaca seorangpembaca tidak hanya menangkap makna yang tersurat (makna baris-barisbacaan, (Reading The Lines), tetapi juga menemukan makna antarbaris(Reading Between The Lines), dan makna di balik baris (Reading Beyond The Lines). Yang perlu diajarkan dalam membaca kritis antara lainketerampilan: 1) menemukan informasi faktual (detail bacaan); 2)menemukan ide pokok yang tersirat; 3) menemukan unsur urutan,perbandingan, sebab akibat yang tersirat; 4) menemukan suasana (mood);5) membuat kesimpulan; 6) menemukan tujuan pengarang; 7) memprediksi(menduga) dampak; 8) membedakan opini dan fakta; 9) membedakanrealitas dan fantasi; 10) mengikuti petunjuk; 11) menemukan unsur propaganda; 12) menilai keutuhan dan keruntutan gagasan; 13) menilaikelengkapan dan kesesuaian antargagasan; 14) menilai kesesuaian antarajudul dan isi bacaan; 15) membuat kerangka bahan bacaan; dan 16)menemukan tema karya sastra.3) Kemampuanmembaca kreatifmerupakan tingkatan tertinggi darikemampuan membaca seseorang. Artinya, pembaca tidak hanyamenangkap makna tersurat (Reading The Lines), makna antarbaris (Reading Between The Lines), dan makna di balik baris (Reading Beyond The Lines),tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untukkepentingan sehari-hari. Beberapa keterampilan membaca kreatif yang perludilatihkan antara lain keterampilan: 1) mengikuti petunjuk dalam bacaankemudian menerapkannya; 2) membuat resensi buku; 3) memecahkanmasalah sehari-hari melalui teori yang disajikan dalam buku; 4) mengubahbuku cerita (cerpen atau novel) menjadi bentuk naskah drama dan sandiwararadio; 5) mengubah puisi menjadi prosa; 6) mementaskan naskah dramayang telah dibaca; dan 7) membuat kritik balikan dalam bentuk esai atauartikel popular

    Selain ketiga kemampuan membaca pemahaman tersebut di atas, yangtermasuk membaca pemahaman antara lain juga
membaca cepat.Jenis membaca ini bertujuan agar pembaca dalam waktu yang singkat dapatmemahami isi bacaan secara tepat dan cermat. Jenis membaca inidilaksanakan tanpa suara (membaca dalam hati). Bahan bacaan yang diberikanuntuk kegiatan ini harus baru (belum pernah diberikan kepada siswa) dan tidakboleh terdapat banyak kata-kata sukar, ungkapan-ungkapan yang baru, ataukalimat yang kompleks. Kalau ternyata ada, guru harus memberikan penjelasanterlebih dahulu, agar siswa terbebas dari kesulitan memahami isi bacaankarena terganggu oleh masalah kebahasaan.

4. Teknik Membaca



Keterampilan membaca yang perlu dilatihkan kepada siswa antara lain: latihanmembaca dengan kecepatan tertentu, latihan mengukur kecepatan membaca,latihan menempatkan secara tepat titik pandang mata, latihan memperluas jangkauan pandang mata. Berikut ini beberapa teknik membaca danpenjelasannya.SQ3RSQ3R dikemukakan oleh Francis P. Robinson (seorang guru besar psikologidari Ohio State University), tahun 1941. SQ3R merupakan proses membacayang terdiri dari lima langkah: a.Survey,b. Question, c. Read,d. Recite (Recall),e. Review.Membaca dengan metode SQ3R ini sangat baik untukkepentingan membaca secara intensif dan rasional. Berikut ini akan dibahassatu persatu tentang proses membaca dalam SQ3R tersebut.


a. S (Survey)

Survey (menyelidiki) atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahansebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk mengenal organisasidan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk: 1) mempercepatmenangkap arti, 2) mendapat abstrak, 3) mengetahui ide-ide yang penting, 4)melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut, 5) mendapatkan minatperhatian yang seksama terhadap bacaan, dan 6) memudahkan mengingatlebih banyak dan memahami lebih mudah.Dalam kegiatan survey (prabaca) ini dilakukan dalam beberapa menit tujuannyauntuk mengenal keseluruhan anatomi buku. Caranya dengan membuka-bukabuku secara cepat dan menyeluruh yang langsung tampak oleh mata. Kegiatansurvey tersebut bertujuan untuk memperoleh kesan atau gagasan umumtentang isinya. Kegiatan survey ini selain dilakukan terhadap sebuah buku yangakan dibaca, juga dapat dilakukan untuk melihat suatu artikel di koran atau majalah. Ada beberapa macam survey, iaitu:survey buku, survey bab, survey artikel, survey kliping.Kegiatan pertama yang perlu dilakukan pada saatsurvey bukuadalah memperhatikan judul buku dan mengajukan pertanyaan tentang topik yangterkandung di dalamnya. Lalu melihat nama penulis dan atributnya yangbiasanya memberikan petunjuk isi tulisan. Untuk melihat aktualisasinya, lihattahun penerbitannya. Kalau ada baca juga sampul buku bagian belakang yangmemuat pesan penerbit mengenai hal penting dari buku. Sesudah itu kegiatanyang perlu dilakukan adalah: 1) telusuri daftar isi, 2) baca kata pengantar, 3)lihat tabel, grafik, dan lain-lain, 4) lihat apendiks, 5) telusuri indeks.Berbagai kegiatan prabaca (survey) perlu dilakukan secara sekilas, minimaluntuk mengenal seberapa tinggi tingkat keterpercayaan buku tersebut. Bukuilmiah yang baik minimal mengandung bagian-bagian buku tersebut. Setelah itukita dapat menentukan sikap sejauh mana kita akan membaca buku tersebut.Apakah akan membaca bagian tertentu saja ataukah akan membacanya secaralengkap. Untuk itu, kita perlu melakukan kegiatan berikutnya, yaitu survey bab.Survey bab dilakukan lebih teliti dibanding survey pada keseluruhan isi buku.Pada kegiatan survey bab ini, kita bisa mengamati subjudul-subjudul dankaitannya, juga amati alat bantu visual yang ada di bab tersebut, misalnya:grafik, peta, dan lain-lain. Setelah itu kegiatan yang perlu dilakukan pada surveybab ini adalah: 1) membaca paragraf pertama dan terakhir, membaca ringkasan(bila ada), dan 3) membaca subjudul yang biasanya memperjelas isi bab tersebut. Survey artikel perlu kita lakukan sebelum kita membaca artikel tersebut secarakeseluruhan. Hal ini kita lakukan karena ada bermacam artikel. Ada artikel yangterus saja ditelan, ada yang perlu diuji kembali, ada yang perlu diringkas,ditimbang-timbang, atau mungkin langsung dibuang begitu saja. Survey artikelini dapat dilakukan dengan tahapan: 1) membaca judul, 2) membaca semuasubjudul, 3) mengamati tabel, 4) membaca kata pengantar, 5) membacakalimat pertama subbab, dan 6) memilih bagian yang perlu atau tidak perluuntuk dibaca.

Survey kliping

dilakukan untuk memilih bahan (kliping) baik dari surat kabar ataupun majalah yang benar-benar memenuhi kebutuhan atau keinginan kita.Kegiatan suvey kliping dilakukan dengan tahapan: 1) baca judul, 2) bacapenulisnya agar dapat memperkirakan isinya dan dapat membuat keputusanuntuk membaca atau tidak. Selanjutnya lakukan kegiatan seperti pada surveyartikel. Dengan kegiatan survey tersebut kita dapat menentukan dengan cepatapakah kliping tersebut cocok dengan kebutuhan kita, sehingga perlu atau tidakuntuk dibaca.

b. Q (Question)

Bersamaan pada saat survey, ajukan pertanyaan-pertanyaan tentang isibacaan, misalnya dengan mengubah judul dan subjudul menjadi sebuahpertanyaan. Kita dapat menggunakan 5W+1H (What, Who, Where, When, Why,danHow). Pada waktu survey buku, pertanyaan kita mungkin masih terlaluumum, tetapi pada waktu survey bab, pertanyaan kita akan lebih khusus.Tujuan pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah membuat (pembaca lebih aktif dan lebih mudah menangkap gagasan yang ada. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membangkitkan keingintahuan kita, sehingga lebihmeningkatkan pemahaman dan mempercepat penguasaan seluruh isi bab.


c. R (Read)

Read(membaca) merupakan langkah ketiga, bukan langkah pertama atausatu-satunya langkah. Pada langkah ketiga ini membaca mencari jawabanberdasarkan pertanyaan-pertanyaan. Pada tahap ini konsentrasikan padapenguasaan ide pokok. Kita dapat sedikit memperlambat cara membaca padabagian-bagian yang kita anggap penting dan mempercepatnya pada bagianyang kurang atau tidak penting. Konsentrasikan diri untuk mendapatkan idepokoknya serta mengetahui detail yang penting.d. R (Recite atau Recall)Pada reciteataurecall(mendaras) kita berusaha untuk memperkokohperolehan kita dari membaca. Pada kegiatan ini apa yang telah diperolehdihubungkan dengan informasi yang diperoleh sebelumnya dan kita bersiap diriuntuk pembacaan selanjutnya. Pada kesempatan ini kita juga dapat membuatcatatan seperlunya. Jika masih mengalami kesulitan, ulangi membaca bab itusekali lagi. Sekalipun bahan itu mudah dimengerti, tahap mengutarakankembali hal-hal penting itu jangan dilewatkan agar tidak mudah dilupakan. Padatahap ini disediakan waktu setengah dari waktu untuk membaca. Hal ini bukanberarti pemborosan waktu, melainkan memang penting untuk tahap ini.


e. R (Review)

Review atau mengulangi merupakan kegiatan untuk melihat kembali keseluruhan isi buku. Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri kembali judul dansubjudul-subjudul atau bagian-bagian penting lainnya dengan menemukanpokok-pokok penting yang perlu untuk diingat kembali. Tahap ini selainmembantu daya ingat dan memperjelas pemahaman juga untuk mendapatkanhal-hal penting yang barangkali kita terlewati sebelum ini. Pada langkah kelima ini berusahalah untuk memperoleh penguasaan bulat, menyeluruh, dan kokohatas bahan.


SKIMMING

Skimming merupakan tindakan untuk mengambil intisari atau saripati dari suatuhal. Oleh karena itu,skimming
merupakan cara membaca hanya untukmendapatkan ide pokok, yang dalam hal ini tidak selalu di awal paragraf,karena kadang ada di tengah, ataupun di akhir paragraf. Pada kegiatan skimming ini, kita dapat melompati bagian-bagian, fakta-fakta, dan detail-detailyang tidak terlalu dibutuhkan, sehingga kita hanya memusatkan perhatian dancepat menguasai ide pokoknya. Kegiatan skimming
ini sering kita lakukanmeskipun tanpa kita sadari. Kegiatan itu untuk sekadar mengetahui apakahsebuah buku yang akan dibaca itu sesuai dengan yang dibutuhkan. Skimming seperti itu juga lazim disebut sebagai browsing buku. Skimming
merupakan suatu keterampilan membaca yang diatur secarasistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, untuk berbagai tujuan. Tujuan skimming adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Selainitu, skimming juga bertujuan untuk: 1) mengenali topik bacaan; 2) mengetahuipendapat (opini) orang; 3) mendapatkan bagian penting yang kita perlukantanpa membaca keseluruhan; 4) mengetahui organisasi penulisan, urutan ideapokok, kesatuan pikiran, dan hubungan antarbagian dari bacaan tersebut; dan 5) penyegaran apa yang telah dibaca. Gerakan mata saat membaca dengan cara skimming ini hampir seperti jika membaca lengkap, kecuali jika kita akanmelompati bagian-bagian tertentu. Cara yang efektif adalah menelusuri awal perenggan yang memuat ide pokok. Lalu cepat bergerak (melompat atau skipping) ke bagian lain paragraf itu dan berhenti ( fixate) di sana-sini jikamenemukan detail memahami, kemudian bergerak cepat lagi dan berhenti lagiuntuk memungut detail atau gagasan yang penting. Detail penting dapat ditunjukkan oleh tipografi atau tanda-tanda rincian yang biasanya denganmudah kita kenali. Skimming juga disebut sebagai review
atau tinjauan balik.


SKANNING

Skanning adalah suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasitanpa membaca yang lain-lain, jadi langsung ke masalah yang dicari, yaitu faktakhusus dan informasi tertentu. Skanning sering digunakan dalam kehidupansehari-hari, misalnya untuk mencari: nomor telepon, arti kata pada kamus, entripada indeks, angka-angka statistik, acara siaran TV, dan melihat daftar perjalanan.Gerakan mata dalam skanning tidak jauh berbeda dengan skimming. Untukmengetahui tempat informasi tertentu, bantuan yang baik adalah judul-judul babdan subjudulnya. Jika yang dicari itu suatu angka, gerakan mata dengan cepatdan berhentilah pada setiap angka yang kiranya mirip, jika kiranya bukan, jangan ditunda lagi, teruskan bergerak ke bawah. Demikian juga untuk mencarisuatu nama. Jadi, kegiatan skanning adalah untuk mencari informasi khusus.Karena itu kita perlu terlebih dahulu mengetahui apa yang akan kita cari.Selain itu, skanning juga dapat dilakukan pada bacaan yang berupa prosa.Yang dimaksud dengan skanning prosa adalah mencari informasi topik tertentu. Dalam suatu bacaan, yaitu dengan mencari letak di bagian mana dari tulisan itumemuat informasi yang dibutuhkan. Caranya adalah: 1) mengetahui kata-katakunci yang menjadi petunjuk, 2) mengenali organisasi tulisan dan sturuktur tulisan, untuk memperkirakan letak jawaban, 3) gerakkan mata secarasistematik dan cepat seperti anak panah meluncur ke bawah atau dengan pola“S” atau zigzag dan 4) setelah menemukan tempatnya, lambatkan kecepatanmembaca untuk meyakinkan kebenaran yang kita cari.Seorang penulis, jika ingin hasil tulisannya lebih baik tidak dan hanya mengacupada satu sumber saja, melainkan pada beberapa sumber. Untuk itu,diperlukan cara cepat untuk memperoleh informasi topik tertentu padabeberapa sumber. Penulis tidak perlu membaca keseluruhan tetapi cukupdengan skanning melalui daftar isi dan indeks, serta alat-alat visual, sepertigrafik. Dalam sebuah buku, mungkin topik yang dicari tersebut menyebar diberbagai bab buku dan harus segera ditemukan dengan mengenalpasti beberapa kemungkinan. Pencarian tersebut harus cepat agar segera dapatberalih dari satu buku ke buku lainnya agar informasi tersebut dapat segera kitakuasai atau dipahami.Pada saat membaca mungkin kita menemukan beberapa kata sulit. Hal itu jangan membuat kita memperlambat cara membaca kita. Arti kata sulit tersebutdapat kita sesuaikan dengan konteks kalimat yang ada. Bila memang katatersebut terlalu sulit dan tidak kita pahami maknanya, barulah kita melakukan
skanning kata di kamus. Dalam melakukan kegiatan tersebut, kita perlu memperhatikan: 1) ejaan kata itu dengan seksama; 2) cara pengucapan,panjang pendeknya, dan aksen (tekanannya); 3) etimologinya; 4) pengertianyang sesuai dengan konteks kalimatnya; 5) contoh kalimatnya; dan 6) petunjukhalaman yang ada di setiap halaman.Untuk menemukan nomor telepon dengan cepat, kita juga perlu melakukan skanning nomor telepon. Terlebih dahulu memperhatikan halaman pertama daribuku telepon tersebut yang sangat membantu dalam mencari nomor yang kitabutuhkan. Selain itu, kita juga sering harus melakukan skanning terhadap acaratelevisi. Hal ini dilakukan agar tidak duduk bengong di depan televisi,sementara banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kita harus dapat secaracepat menemukan acara televisi mana yang benar-benar ingin ditonton.

5. Tahap-tahap Membaca



Tahap I
Membaca bahan yang telah dipelajari, mengucapkannya dengan baik ataubahan yang mungkin telah diingat. Bahan-bahan tersebut mungkin berupapercakapan, nyanyian, serangkaian kalimat tindakan ataupun cerita sederhanamengenai hal-hal yang telah dialami.Dalam tahap ini, perlu ada bimbingan untuk mengembangkan ataumeningkatkan responsi-responsi visual yang otomatis terhadap gambaran-gambaran huruf yang akan dilihat pada gambaran cetakan. Selain itu harusbenar-benar memahami bahwa kata-kata tertulis itu mewakili ataumenggambarkan bunyi-bunyi.

Tahap II
Menyusun kata-kata serta struktur- struktur dari bahasa asing yang telahdiketahui menjadi bahan dialog atau paragraf yang beraneka ragam. Padatahap ini perlu dibimbing dalam membaca bahan yang baru disusun.

Tahap III
Membaca bahan yang berisi sejumlah kata dan struktur yang masih asing ataubelum biasa. Beberapa percobaan informal telah menunjukkan bahwa pembacamengalami sedikit kesulitan bahkan tidak mengalami kesulitan sama sekalimenghadapi sebuah kata baru yang diselipkan di antara tiga puluh kata biasa.Pada tahap ini pembaca acapkali teks-teks tata bahasa berisi paragraf-paragraf atau pilihan-pilihan yang sesuai buat bacaan.

Tahap IV
Pada tahap ini, beberapa spesialis dalam bidang membaca menganjurkanpenggunaan teks-teks sastra yang telah disederhanakan atau majalah-majalahsebagai bahan bacaan.

Tahap V
Pada tahap ini seluruh dunia buku terbuka, dalam pengertian bahan bacaantidak dibatasi (Finocchiaro and Bonomo, 1973:123–125 dalam Tarigan,1979:18–20).

6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Membaca


Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap proses pemahaman. Faktor-faktor tersebut adalah: 1) faktor kognitif, 2) faktor afektif, 3) faktor teks bacaan,dan 4) faktor penguasaan bahasa.Faktor yang pertama berkaitan dengan pengetahuan, pengalaman, dan tingkatkecerdasan (kemampuan berpikir) seseorang.Faktor kedua berkaitan dengan kondisi emosional, sikap, dan situasi.Faktor ketiga berkaitan dengan tingkat kesukaran dan keterbacaan suatubacaan yang dipengaruhi oleh pilihan kata, struktur, isi bacaan, danpenggunaan bahasanya.Selanjutnya faktor terakhir berkaitan dengan tingkat kemampuan berbahasayang berkaitan dengan penguasaan perbendaharaan kata, struktur, dan unsur-unsur kewacanaan.

B. KONSEP PEMBELAJARAN MEMBACA

1. Konsep Pembelajaran Membaca

Setiap guru bahasa haruslah menyadari serta memahami benar bahwamembaca adalah suatu keterampilan yang kompleks, rumit, yang mencakupatau melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebih kecil.Dengan perkataan lain, keterampilan membaca mencakup tiga komponen,yaitu: (a) pengenalan terhadap aksara serta tanda-tanda baca; (b) korelasiaksara beserta tanda-tanda baca dengan unsur-unsur linguistik yang formal; (c)hubungan lebih lanjut dari A dan B dengan makna atau
meaning (Broghton (etal) 1978:90 dalam Tarigan 1979:11).Ketetampilan A merupakan suatu kemampuan untuk mengenal bentuk-bentukyang disesuaikan dengan mode yang berupa gambar, gambar di atas suatulembaran, lengkungan-lengkungan, garis-garis, dan titik-titik dalam hubungan-hubungan berpola yang teratur rapi.Keterampilan B merupakan suatu kemampuan untuk menghubungkan tanda-tanda hitam di atas kertas – yaitu gambar-gambar berpola tersebut-denganbahasa. Adalah tidak mungkin belajar membaca tanpa kemampuan belajar memperoleh serta memahami bahasa. Hubungan-hubungan itu jelas sekaliterlihat terjadi antara unsur-unsur dari pola-pola tersebut di atas kertas danunsur-unsur bahasa yang formal.Keterampilan ketiga atau C yang mencakup keseluruhan keterampilanmembaca, pada hakikatnya merupakan keterampilan intelektual; ini merupakankemampuan atau abilitas untuk menghubungkan tanda-tanda hitam di ataskertas melalui unsur-unsur bahasa yang formal, yaitu kata-kata sebagai bunyi,dengan makna yang dilambangkan oleh kata-kata tersebut (Broghton (et al)1978:90 dalam Tarigan 1979:12).Pembelajaran membaca merupakan kemampuan pemahaman yang diajarkansecara seimbang dan terpadu. Seimbang dalam arti pembelajaran membacadisampaikan secara seimbang dengan keterampilan berbahasa lain. Dalamkegiatan pembelajaran membaca, KD membaca akan menjadi fokuspembelajaran, sedangkan aspek keterampilan berbahasa lain menyertai dalamkegiatan pembelajaran. Hal itulah yang dimaksud dengan adanyakeseimbangan keempat aspek keterampilan berbahasa dalam kegiatanpembelajaran. Terpadu maksudnya bahwa dalam kegiatan pembelajaranmembaca dapat dipadukan dengan keterampilan lainnya yaitu mendengarkan,berbicara, dan menulis. Sedangkan kemampuan yang disampaikan adalahkemampuan berbahasa dan bersastra. Oleh karena itu, wacana dalampembelajaran membaca bisa berupa wacana sastra maupun nonsastra

2. Keteristik Pembelajaran Membaca


Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar di lakukanoleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh pesertadidik atau murid. Konsep pembelajaran menurut Corey (1986:195) dalamSagala (2003:61) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secaradisengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah lakutertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadapsituasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan.Pembelajaran membaca mengandung arti karena setiap kegiatan membacadirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuanmembaca dan memperoleh nilai-nilai yang baru. Proses pembelajaranmembaca pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa. Hal tersebut meliputi kemampuan dasar, motivasi, latar belakang akademis, latar belakang sosial ekonomi, dan lain sebagainya.Kesiapan guru untuk mengenal karakteristik siswa dalam pembelajaranmembaca merupakan modal utama penyampaian bahan belajar dan menjadiindikator suksesnya pelaksanaan pembelajaran. Jadi, belajar dan pembelajaranmembaca diarahkan untuk membangun kemampuan berfikir dan kemampuanmenguasai materi pelajaran, dimana pengetahuan itu sumbernya dari luar diri,tetapi dikonstruksi dalam diri individu siswa.Pembelajaran membaca merupakan suatu keterampilan yang kompleks yangmelibatkan serangkaian keterampilan lebih kecil lainnya. Secara garis besar,terdapat dua karakteristik yang penting dalam pembelajaran membaca.Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.a. Keterampilan yang bersifat mekanis dapat dianggap berada pada urutanyang lebih rendah. Hal ini mencakup: (a) pengenalan bentuk huruf; (b)pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, kata, frase, pola klausa,kalimat, dan lain-lain); (c) pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaandan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan tertulis); (d) kecepatanmembaca ke taraf lambat.b. Keterampilan bersifat pemahaman yang dapat dianggap berada pada urutanyang lebih tinggi. Hal ini mencakup: (a) memahami pengertian sederhana(leksikal, gramatikal, retorikal); (b) memahami signifikansi atau makna (a.l.maksud dan tujuan pengarang, relevansi/keadaan kebudayaan, dan reaksipembaca); (c) evaluasi atau penilaian (isi, bentuk); (d) kecepatan membacayang fleksibel, mudah disesuaikan dengan keadaan (Broghton (et al)1978:211 dalam Tarigan 1978:12 – 13).

3. Kriteria Pemilihan Bahan Pembelajaran Membaca


Untuk mencapai hasil yang memuaskan dalam penyajian pembelajaranmembaca, guru sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut: (1) Pemeriksaan awal. (2) Persiapan lingkungan. (3) Persiapan siswa. (4) Penyajian bahanpengajaran.Broghton (et.al) 1978:211 dalam Tarigan 1978:12 – 13 menyebutkan adabeberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan bahan pembelajaranmembaca.a. Sesuai dengan atau dapat menunujang tercapainya tujuan pembelajaran.b. Sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa padaumumnya.c. Terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan.d. Mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual.Materi dan bahan pembelajaran membaca ditetapkan dengan mengacu padatujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Bahan pembelajaran yang diberikanbermakna bagi para siswa, dan merupakan bahan yang betul-betul penting,baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajaribahan berikutnya.

4. Cara Pembelajaran Membaca


Dalam kenyataan sehari-hari seorang siswa perlu menggunakan kemampuanmembaca cepat untuk mengambil makna bahan bacaan secara efektif danefisien. Menurut Broghton (et.al) 1978 dalam Tarigan (1978. 22) ada beberapacara untuk meningkatkan kecepatan membaca yang dimiliki siswa hinggasampai pada taraf yang efektif. Beberapa metode yang pernah dikembangkanuntuk meningkatkan hal ini adalah: a.cara kosakata, b. metode motivasi (minat),c. metode bantuan alat,dan d.cara gerak mata. Untuk lebih jelasnya cara-cara tersebut akan dibahas satu persatu.a.Cara  kosakata adalah metode yang mengembangkan kecepatanmembaca melalui pengembangan kosakata. Artinya, metode inimengembangkan perhatian pada aspek perbendaharaan kata seorangpembaca. Bagaimana caranya? Kosakata seseorang itu terbatas jumlahnya,dan akan selalu berkembang terus sesuai dengan kemampuannyamenambah kosakata itu setiap hari. Latihan meningkatkan dan menambahkosakata baru dengan dan dalam jumlah yang banyak inilah prinsip metodekosakata. Dasar pikiran metode ini sudah jelas, yaitu semakin besar dansemakin banyak perbendaharaan kata siswa, semakin tinggi kecepatanmembacanya. Inilah yang diajarkan kepada siswa.b. Cara kerja metode motivasi (minat) ialah memotivasi para pemula (pembacayang mengalami hambatan dalam kecepatan membacanya) denganberbagai macam rangsangan bacaan yang menarik, sehingga tumbuh minatmembacanya. Dari sini kemudian diharapkan muncul kebiasaan membacatinggi, yang pada akhirnya meningkat pula kecepatan dan pemahamannyaterhadap bacaan. Pikiran yang mendasari lahirnya metode ini adalah semakin tertarik atau berminatnya seseorang pada jenis buku tertentu,semakin tinggi kecepatan dan pemahaman seseorang.c.Cara bantuan alat merupakan metode yang dapat membantu pembacadalam membaca (melihat baris-baris bacaan), gerak matanya dipercepatdengan bantuan alat yang berupa ujung pensil, ujung jari, atau alat petunjukkhusus dari kayu. Semula dengan kecepatan rendah, kemudian dipercepat,dan semakin dipercepat. Jadi, kecepatan mata mengikuti kecepatan gerakalat.d.
Cara gerak mata adalah metode yang paling banyak dipakai dandikembangkan orang saat ini, baik untuk pembelajaran membaca permulaan,maupun bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kecepatan membacanya.Cara melatihnya yaitu mengembangkan kecepatan membaca denganmeningkatkan kecepatan gerak mata, karena kecepatan membaca itu sendiriberarti kecepatan gerak mata dalam menyelusuri unit-unit bahasa. Pokokpikiran yang melandasi metode ini adalah semakin panjang dan semakinluas jangkauan mata ( eye span) dalam melihat unit-unit bahasa, semakincepat pula kemampuan membacanya. Logikanya, jika kita hanya membacaunit-unit bahasa yang paling kecil, maka yang harus dibaca itu jumlahnyasemakin besar sehingga menghambat kecepatan membaca. Sebaliknya, jikayang dibaca itu hanya unit-unit bahasa yang lebih besar, misalnya frase,frase kompleks, klausa, atau bahkan hanya unit-unit pikiran saja, makakecepatan membaca akan terlipat ganda.Dalam pelaksanaannya, membaca pemahaman ini dapat dilakukan denganberbagai pendekatan, seperti: bottom up, top down, dan interactive approach .Pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan bottom up (daribawah ke atas) dimulai dari pemahaman terkecil sampai terbesar.Pemahamannya dapat dimulai dari kata, struktur kalimat, paragraf, sampaiwacana. Pendekatan top down (dari atas ke bawah) dimulai dari pemahaman secara global (keseluruhan) hingga ke bagian-bagian terkecil. Pemahamandapat dimulai dari garis besar wacana, paragraf, struktur kalimat, sampai kata.Pendekatan ini dilakukan dengan cara mengaktifkan skemata siswa. Terakhir,pendekatan
integrative approach (perpaduan bottom up dan top down )dimaksudkan untuk mendapatkan hal-hal positif dan menghindari hal-hal yang negatif dari kedua pendekatan sebelumnya, sehingga sesuai dengan situasidan kondisi.Berikut ini, dikemukakan sejumlah keterampilan membaca yang dituntut padasetiap kelas di sekolah dasar khususnya pada membaca dalam hati.
Kelas I:
  1. Membaca tanpa bersuara, tanpa gerakan-gerakan bibir, dan tanpaberbisikb. Membaca tanpa gerakan-gerakan kepala


  1. Membaca tanpa gerakan-gerakan kepala


Kelas II:
a. Membaca tanpa gerakan-gerakan bibir atau kepalab. Membaca lebih cepat secara dalam hati daripada secara bersuara.
Kelas III:
a. Membaca dalam hati tanpa menunjuk-nunjuk dengan jari, tanpagerakan bibir b. Memahami bahan bacaan yang dibaca secara diam atau secara dalamhati ituc. Lebih cepat membaca dalam hati daripada membaca bersuara.
Kelas IV:
a. Mengerti serta mamahami bahan bacaan pada tingkat dasar;b. Kecepatan mata dalam membaca tiga kata per detik.
Kelas V:
a. Membaca dalam hati jauh lebih cepat daripada membaca bersuara;b. Membaca dengan pemahaman yang baik;c. Membaca tanpa gerakan-gerakan bibir atau kepala atau menunjuk-nunjuk dengan jari tangan;d. Menikmati bahan bacaan yang dibaca dalam hati itu; senangmembaca dalam hati.
Kelas VI:
a. Membaca tanpa gerakan-gerakan bibir; tanpa komat-kamit;b. Dapat menyesuaikan kecepatan membaca dengan tingkat kesukaranyang terdapat dalam bahan bacaan;c. Dapat membaca 180 patah kata dalam satu menit pada bacaan fiksi padatingkat dasar.(Barbe and Abbott 1975:156-167 dalam Tarigan 1979:39).

5. Media Pembelajaran Membaca

Media pembelajaran pada dasarnya merupakan alat bantu yang dapatmempermudah pembelajaran. Dalam pembelajaran membaca, mediapembelajaran dapat berupa gambar (peta, tabel, grafik, bagan, dan lainsebagainya), film asing, teks bacaan sastra dan non sastra. Fungsi mediatersebut adalah untuk memperjelas pemahaman siswa dalam memahamiinformasi yang dibaca.Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi media dalampembelajaran membaca sangatlah penting. Dengan menggunakan media siswaakan tertarik dan mudah dalam memahami informasi.Berkaitan dengan penjelasan di atas, berikut dikemukakan beberapa prinsipyang dapat digunakan untuk memilih dan menentukan media pembelajaran membaca. Menurut Sumadi (2001:35–36) mengatakan prinsip untukmenentukan media dalam bahasa adalah sebagai berikut.a.
Fungsi , Ertinya cocok dengan tujuan pembelajaran yang dilakukan dan benar-benar menunjang ketercapaian tersebut.b. Tersedia ,Ertinya media yang akan digunakan ada dan sudah disiapkan.c.
Murah , Ertinya media yang digunakan tidak harus mahal tetapi terjangkaudan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. d. Menarik , Ertinya media yang digunakan adalah media menarik dan sesuaidengan kebutuhan siswa. Setidaknya ada beberapa kriteria untukmenentukan media yang menarik bagi siswa yaitu: 1) sesuai dengan kebutuhan siswa, 2) sesuai dengan dunia siswa, 3) baru, dan 4) menantang.

6. Kriteria Penilaian Membaca


Kegiatan pendidikan dan pembelajaran sebenarnya merupakan suatu proses,yaitu proses mencapai sejumlah tujuan yang telah ditetapkan. Untukmengetahui tingkat keberhasilan pencapaian tujuan tersebut, diperlukan suatualat atau kegiatan yang disebut penilaian. Untuk dapat memberikan penilaiansecara tepat, misalnya tentang kemampuan siswa memahami wacana suratkabar, kita memerlukan data-data tentang kemampuan siswa dalam hal itu.Berikut ini beberapa kriteria penilaian membaca yang perlu diperhatikan.a. Kriteria kelayakan alat tes, yaitu kesesuaian alat tes dengan tujuan danbahan pembelajaran.b. Kriteria kesahihan alat tes, meliputi: a) kesahihan isi, yaitu menunjuk padapengertian apakah alat tes itu mempunyai kesejajaran (sesuai) dengantujuan dan deskripsi bahan pelajaran yang diajarkan; b) kesahihan konstrukatau konsep, berkaitan dengan konstruk atau konsep bidang ilmu yang akandiuji kesahihan tesnya. Konstruk merupakan suatu asumsi, hipotesis yangberkenaan dengan suatu bidang ilmu. Kesahihan konstruk menunjuk padapengertian apakah tes yang disusun itu telah sesuai dengan konsep ilmuyang diteskan itu; c) kesahihan ukuran (norma, standar, kriteria) menunjukpada pengertian seberapa jauh siswa yang sudah diajar dalam bidangtertentu menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi dari pada yang belumdiajar; d) kesahihan sejalan, menunjuk pada pengertian apakah tingkatkemampuan seseorang pada suatu bidang yang diteskan mencerminkanatau sesuai dengan skor bidang yang lain yang mempunyai kesamaankarakteristik; e) kesahihan ramalan, menunjuk pada pengertian apakahsebuah alat tes mempunyai kemampuan untuk meramalkan prestasi yangakan dicapai kemudian.


c. Kriteria ketepercayaan alat tes menunjuk pada pengertian apakah suatu tesdapat mengukur secara konsisten sesuatu yang akan diukur dari waktu kewaktu (Tuckman, 1975:254 dalam Nurgiyantoro 1987:118).d. Kriteria kepraktisan, meliputi: a) keekonomisan, pertimbangan keekonomisanmelihat tes dari segi mahal atau tidaknya pelaksanaan tes akan dilakukan; b)pelaksanaan, sebuah tes yang baik dalam hal ini dilihat dari segi praktisnyaadalah tes yang mudah dilaksanakan atau diadministrasikan. Artinya,pelaksanaan tes itu tidak menuntut berbagai fasilitas yang rumit atau yangtidak dimiliki oleh sekolah; c) penskoran, pemilihan sebuah alat teshendaknya juga mempertimbangkan kumudahan penskoran terhadap hasilpekerjaan siswa; d) penafsiran, kemudahan penafsiran terhadap hasil tes juga merupakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan. Sebuah tes yangbaik tentunya disertai dengan pedoman bagaimana menafsirkan hasil testersebut, apakah ia menuntut untuk ditafsirkan berdasarkan norma standar atau norma kelompok, di samping itu juga adanya pedoman untukmelakukan penghitungan-penghitungan.




Membaca adalah kebutuhan tiap orang. Membaca dalam artian benar-benar membaca. Tidak hanya menyusuri kata, frase, atau deretan kalimat. Tetapi harus dapat mengambil makna dibalik apa yang tertulis, mengkritisi, serta berdialog dengan penulis lewat karyanya.
Ini adalah perenungan beberapa waktu terakhir kok serasa hambar dalam membaca buku. Kebanyakan bagi “kaum terpelajar” memiliki buku sekedar untuk penenang hati, sekedar untuk jaga-jaga agar jika perlu tidak sulit mencari. Ini juga yang menjangkiti diri saya. Berbagai “ebook” terkumpul ratusan tapi seakan-akan tidak ada waktu untuk membaca keseluruhan, lebih-lebih meng-khatamkannya.
Andai saja kita atau kebanyakan dari kita mau memahami isi suatu buku itu maka tidak ada suatu hal yang membuat kita “tidak tahu”. Oleh karena itu tidak boleh menunda memahami cara membaca. Bukan berarti kita berhenti membaca saat di SD kelas 2 atau kelas 3. Jika membaca seperti kebanyakan kita maka untuk sekedarmembaca kita tidak perlu untuk sekolah lebih tinggi.



Merenung Kembali tentang Membaca

Sebenarnya membaca tak kira la membaca apa pun mempunyai banyak kelebihannya yang jarang kita nampak. Dalam artikel ini saya akan menerangkan beberapa kelebihan membaca tak kira la baca apa pun asalkan benda tu boleh dibaca. Dari buku hinggalah ke internet asalkan benda yang dibaca itu bermanfaat pasti anda akan mempunyai banyak faedahnya. Antara kelebihan dan faedah apabila suka membaca adalah:
1. Yang ini hampir semua orang tahu dan pernah dengar kan. Iaitu membaca dapat menambahkan ilmu pengetahuan. Dengan membaca kita dapat menambahkan ilmu pengetahuan tentang ilmu-ilmu di sekeliling kita. Tapi ianya juga bergantung kepada bahan bacaan yang dibaca juga. Kalau bahan bacaan itu berbentuk ilmiah pasti ia dapat menambahkan ilmu pengetahuan kita. Ilmu pengetahuan itu pasti berguna untuk masa sekarang ataupun masa hadapan anda.
2. Sebenarnya membaca adalah satu senaman juga. Membaca adalah satu senaman minda. Anda akan menghadapi hari-hari yang tenang kerana dapat berfikir dengan baik oleh kerana anda mempunyai minda yang sihat. Jika anda menganggap yang senaman tubuh badan itu sangat penting untuk mendapat kesihatan yang sihat maka begitu la juga senaman minda ini untuk kesihatan minda anda. Dengan membaca anda akan melakukan satu proses aktif minda anda. Ini kerana anda menggunakan sel-sel dalam otak untuk berfikir dan mengaktifkan sel-sel tersebut seterusnya membuatkan minda anda menjadi lebih sihat.
3. Jika anda rajin membaca anda akan mempunyai kelebihan untuk fokus. Fokus adalah memberi tumpuan dengan sepenuhnya dalam apa saja perkara yang dilakukan. Kelebihan apabila anda dapat fokus adalah anda tidak akan kelam kabut jika menghadapi sebarang situasi ataupun masalah. Anda dapat memberi tumpuan sepenuhnya untuk menyelesaikan sesuatu masalah itu. Dan sudah semestinya anda akan dapat menyelesaikan masalah itu dengan tenang.
4. Membaca akan meningkatkan memori anda. Kalau anda tidak menggunakan memori, lama-lama memori anda akan menjadi lemah. Permainan seperti teka silangkata akan mengurangkan risiko anda untuk nyanyuk di hari tua. Walaupun membaca bukan sejenis permainan, ia dapat membantu meregangkan otot-otot memori dalam cara yang sama seperti anda bermainan permainan yang menggunakan memori. Ini kerana membaca memerlukan ingatan lebih lanjut tentang apa yang anda baca itu. Secara tak langsung akan meningkatkan kekuatan memori anda.
5. Meningkatkan disiplin dalam diri adalah sukar bagi sesetengah orang. Membaca akan melatih anda untuk menjadi seorang yang berdisiplin. Ini kerana apabila anda selalu membaca anda telah membuatkan masa membaca sesuatu yang anda tahu dan anda mesti lakukan pada masa-masa tertentu. Tapi ada siapa-siapa yang membuat jadual membaca dalam sehari?anda ada buat ke?sangat sedikit yang melakukan. Itulah sebabnya apabila anda menambahkan aktiviti membaca dalam jadual seharian dan sentiasa melakukannya anda akan meningkatkan tahap disiplin dalam diri anda. Anda juga mungkin merasa tidak selesa jika tidak membaca pada satu-satu hari, itu bermakna tahap disiplin untuk membaca dalam diri anda sangat tinggi.
6. Apabila anda rajin membaca ia akan meningkatkan kreativiti dalam kotak fikiran anda sebenarnya. Anda seorang yang rajin membaca tentang kepelbagaian kehidupan dan ini akan memberikan anda inspirasi kepada idea-idea yang baru. Dengan penambahan maklumat-maklumat yang lebih ia akan membantu memajukan bahagian kreatif dalam minda anda dimana ia menyerap pembaharuan kedalam proses pemikiran. Seterusnya anda akan lebih kreatif untuk melakukan sesuatu perkara yang baru dalam hidup anda.
7. Adakah anda selalu merasa bosan?biasanya anda akan cepat untuk merasa bosan kerana anda tiada aktiviti untuk dilakukan. Tahukah anda membaca akan mengurangkan rasa bosan? Jika anda merasa bosan cuba cari bahan untuk dibaca tak kira la dari mana pun sumbernya. Mungkin apabila anda membaca sesuatu itu anda akan terjumpa sesuatu yang anda minat, maka anda akan merasa kurang rasa bosan dan seterusnya menghentikan rasa bosan anda itu.
8. Membaca akan mengurangkan stress atau tekanan. Jika anda selalu merasa tertekan ataupun banyak menghadapi masalah pasti ia akan menyusahkan hidup anda. Apabila anda membaca mungkin anda dapat melupakan seketika sesuatu masalah anda itu ataupun anda membaca sesuatu yang menghiburkan anda sudah pasti ia akan menghilangkan rasa stres dan tekanan dalam diri anda itu. Maka dapat dilihat yang membaca dapat membantu anda dari keluar tekanan dan stres.
9. Rajin membaca akan meningkatkan skil membaca dan skil tatabahasa anda. Pada mulanya memang susah untuk anda mendapat skil membaca tapi lama kelamaan anda akan menemui skil dan rentak membaca itu. Dan seterusnya akan meningkatkan keseronokan anda untuk membaca kerana anda sudah menemui skil dan rentak anda sendiri. Dengan skil dan rentak inilah anda tidak akan cepat merasa bosan malah semakin seronok untuk membaca dan terus membaca.
10. Membantu anda berkomunikasi dengan lebih baik. Ini kerana dengan dengan banyak pengetahuan yang diperolehi dari banyaknya pembacaan anda, anda akan merasa lebih yakin untuk berkomunikasi. Anda dapat menceritakan kepada orang lain apa yang anda tahu dan mengelakkan dari berdiam diri saja apabila berkomunikasi dengan orang lain. Anda juga akan merasa seronok untuk menceritakan dan berkongsi dengan orang lain tentang apa yang anda tahu.
Sebagai kesimpulan, dapat la diketahui yang membaca mempunyai banyak kelebihannya yang tersendiri. Apa yang saya terangkan dalam artikel ini adalah hanya sebahagian sahaja dari banyaknya kelebihan-kelebihan membaca itu. Jadi anda patut menjadikan aktiviti membaca ini sebahagian dari kehidupan seharian anda. Semoga anda mendapat banyak faedah dan manfaat darinya.

P.s: Jom sama-sama sertai satu group ilmiah kami di facebook. Sama-sama kita berkongsi ilmu-ilmu yang bermanfaat di sana. Klik pada butang dibawah ini untuk sama-sama menyertai group facebook Layar Sukses.